Cara Kerja Single Line Unit Injector System

Pelajari sequence pressurization, metering, discharge, venting, dan reset injector pada sistem pelumasan satu jalur.

Diagram Single Line Unit Injector System dengan pump, mainline, injector, dan lubrication point

Apa Itu Single Line Unit Injector System?

Single Line Unit Injector adalah sistem pelumasan terpusat yang menggunakan satu mainline untuk menyuplai pressure ke beberapa injector. Setiap injector menyimpan dan mengirim volume lubricant yang sudah diatur ke lubrication point masing-masing.

Berbeda dengan progressive divider yang bekerja melalui urutan piston antar-outlet, injector pada single line beroperasi sebagai metering unit individual. Selama pressure dan venting cycle terpenuhi, setiap injector dapat melakukan discharge dan reset untuk cycle berikutnya.

Diagram Single Line Unit Injector System
Satu mainline mendistribusikan pressure ke beberapa injector yang melayani lubrication point secara individual.

Komponen Utama

Konfigurasi single line injector umumnya terdiri dari:

  • Pump unit dengan reservoir lubricant.
  • Timer, controller, atau PLC.
  • Mainline tunggal yang menjangkau seluruh injector bank.
  • Injector dengan displacement yang dapat dipilih atau diatur.
  • Secondary line dari outlet injector ke lubrication point.
  • Venting mechanism untuk menurunkan pressure setelah cycle.
  • Pressure switch atau pressure transducer bila diperlukan.
  • Relief valve, hose, fitting, dan protection component.

Produk DropsA DL-1 Injector tersedia dalam manifold 1 sampai 6 outlet dan dirancang untuk grease maupun oil sesuai versinya.

Sequence Kerja Single Line Injector

1. Pump Membangun Pressure pada Mainline

Controller mengaktifkan pump. Lubricant mengalir ke mainline dan pressure meningkat pada seluruh jaringan. Karena injector terhubung secara paralel pada line yang sama, pressure perlu mencapai area terjauh dengan mempertimbangkan pressure loss sepanjang hose dan fitting.

2. Injector Melakukan Metering dan Discharge

Pressure bekerja pada piston injector. Gerakan internal injector memindahkan volume lubricant menuju outlet dan secondary line. Volume discharge ditentukan oleh desain serta adjustment injector.

Pada DL-1, flow per cycle dapat diatur dalam rentang 0,13 cm³ sampai 1,3 cm³. Visual indicator pin membantu teknisi melihat pergerakan mekanis injector saat commissioning atau inspeksi.

3. Lubricant Mencapai Lubrication Point

Dari outlet injector, grease atau oil mengalir melalui secondary line menuju friction point. Panjang secondary line, diameter tube, temperatur, dan kondisi lubrication point memengaruhi resistance pada setiap branch.

4. Pump Berhenti Setelah Kondisi Cycle Terpenuhi

Controller menghentikan pump berdasarkan waktu, pressure feedback, atau kombinasi logic. Pada instalasi tertentu, pressure switch ditempatkan di area yang mewakili ujung mainline untuk memastikan pressure sudah mencapai bagian sistem yang ditentukan.

5. Mainline Melakukan Venting

Setelah pump berhenti, pressure mainline harus turun melalui venting mechanism. Pressure decay memungkinkan piston injector kembali ke posisi reset dan mengisi ulang metering chamber untuk cycle selanjutnya.

Injector yang tidak mendapat proses venting dengan benar dapat gagal reset. Akibatnya, pump mungkin kembali membangun pressure pada cycle berikutnya tetapi injector tidak melakukan discharge sesuai sequence yang diharapkan.

Spesifikasi Dasar DropsA DL-1

DL-1 tersedia untuk grease dan oil. Data utamanya meliputi:

ParameterDL-1 GreaseDL-1 Oil
LubricantGrease maksimum NLGI 2Oil minimum 32 cSt
Flow per cycle0,13–1,3 cm³0,13–1,3 cm³
Working pressure minimum130 bar52 bar
Working pressure maximum250 bar69 bar
Typical pressure172 bar59 bar
Filling atau reset pressure maximum41 bar10 bar
Manifold1–6 outlet1–6 outlet

Versi grease juga tersedia dalam konfigurasi material tertentu, termasuk pilihan stainless steel untuk kebutuhan aplikasi yang memerlukan ketahanan tambahan.

Mengapa Venting Penting?

Venting bukan sekadar membuang pressure. Tahap ini menjadi bagian utama sequence injector karena:

  • Piston perlu kembali ke posisi awal.
  • Metering chamber perlu terisi ulang.
  • Visual indicator perlu reset.
  • Pressure switch harus kembali ke state awal bila dipakai dalam cycle logic.
  • Cycle berikutnya membutuhkan perbedaan pressure yang cukup untuk menggerakkan injector.

Jika pressure tidak turun, pemeriksaan perlu diarahkan ke vent valve, return path, solenoid valve, check valve, grease consistency, serta restriction pada mainline.

Perbedaan dengan Progressive System

AspekSingle Line Unit InjectorProgressive System
DistribusiInjector individual terhubung paralel ke satu mainlineOutlet bekerja berurutan melalui progressive divider
ResetMembutuhkan pressure release atau ventingDivider melanjutkan urutan selama flow tersedia
MonitoringPressure feedback dan visual indicator injectorCycle sensor pada divider dan pressure monitoring
Fault behaviorSatu injector dapat bermasalah tanpa selalu menghentikan injector lainSatu blocked outlet dapat menghentikan urutan divider
AdjustmentVolume dapat diatur per injector pada tipe tertentuVolume mengikuti displacement element dan kombinasi outlet

Tidak ada sistem yang otomatis lebih baik untuk semua aplikasi. Pemilihan bergantung pada jumlah titik, jarak mainline, kebutuhan diagnosis, lubricant, cycle frequency, dan maintenance capability.

Indikasi Masalah yang Sering Ditemui

Injector Tidak Bergerak

Kemungkinan penyebabnya adalah pressure belum mencapai minimum, injector macet, adjustment terlalu kecil, lubricant tidak sesuai, atau mainline mengalami leakage.

Injector Bergerak tetapi Tidak Reset

Periksa apakah pressure turun sampai batas reset. Vent valve, return line, dan logic controller perlu diuji.

Titik Terjauh Tidak Menerima Lubricant

Bandingkan pressure dekat pump dan di ujung mainline. Periksa hose routing, diameter line, fitting, temperatur, serta kebutuhan pressure injector.

Volume Tidak Sesuai

Pastikan adjustment injector benar, tidak ada air pocket, secondary line tidak bocor, dan outlet tidak tersumbat. Verifikasi volume aktual selama commissioning, bukan hanya melihat indicator pin.

Kapan Sistem Ini Cocok Digunakan?

Single Line Unit Injector cocok untuk mesin atau equipment yang memiliki banyak lubrication point dengan kebutuhan volume berbeda, membutuhkan satu mainline utama, dan memiliki cycle pressurization serta venting yang dapat dikontrol dengan jelas.

Contoh aplikasinya meliputi industrial machinery, presses, conveyor, machine tools, mobile equipment tertentu, dan sistem oil atau grease yang membutuhkan metering individual.

Informasi arsitektur sistem dapat dilihat di halaman Single Line Unit Injector Protec. Untuk pemilihan injector, buka katalog DropsA DL-1 Injector.

Data yang Dibutuhkan Sebelum Desain

  1. Jumlah lubrication point dan kebutuhan volume masing-masing.
  2. Jenis lubricant serta viscosity atau NLGI grade.
  3. Panjang mainline dan secondary line.
  4. Temperatur minimum dan maksimum.
  5. Working pressure pump dan injector.
  6. Metode venting dan waktu reset.
  7. Input monitoring yang tersedia pada controller atau PLC.
  8. Kebutuhan material manifold, tube, dan fitting.

Data tersebut membantu menentukan pump capacity, injector displacement, line sizing, set point pressure, dan interval cycle yang lebih sesuai untuk kondisi equipment.